MUKJIZAT RASULULLAH SAW
Januari 18, 2011 at 11:31 am (DUNIA SAAT INI, read islam, timur dan barat) (kitab, muhammad SAW, mukjizat, nabi, rasulullah)
kisah yang ditulis dalam Durrotun Noshinin,
Di zaman Jahilliyah hiduplah raja bernama Habib bin Malik di Syam, Dia
penyembah berhala yang fanatik dan menentang serta membenci agama yang
didakwahkan Rasulullah saw.
Suatu hari Abu Jahal menyurati Raja Habib bin Malik perihal Rasulullah.
Surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Rasulullah dan
membalas surat itu Ia akan berkunjung ke Mekah.
Pada hari yang telah ditentukan berangkatlah Ia dengan 10.000 orang ke
Mekah. Sampai di Desa Abtah, dekat Mekah, Ia mengirim utusan untuk
memberitahu Abu Jahal bahwa Dia telah tiba di perbatasan Mekah. Maka
disambutlah Raja Habib oleh Abu Jahal dan pembesar Quraisy.
“Seperti apa sih Muhammad itu?” tanya Raja Habib setelah bertemu dengan Abu
Jahal. “Sebaiknya Tuan tanyakan kepada Bani Haasyim,” jawab Abu Jahal. Lalu
Raja Habib menanyakan kepada Bani Hasyim.
“Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa di percaya, jujur, dan
baik budi. Tapi, sejak berusia 40 tahun, Ia mulai menyebarkan agama baru,
menghina dan menyepelekan tuhan-tuhan kami. Ia menyebarkan agama yang
bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami,” jawab salah seorang
keluarga Bani Hasyim.
Raja Habib memerintahkan untuk menjemput Rasulullah dan menyuruh untuk
memaksa bila Ia tidak mau datang.
Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah saw datang
bersama Abu
Bakar As Siddiq dan Khadijah. Sepanjang jalan Khadijah menangis karena
khawatir akan keselamatan suaminya, demikian pula Abu Bakar. “Kalian jangan
takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah swt,” Kata Rasulullah saw.
Sampai di Desa Abthah, Rasulullah saw di sambut dengan ramah dan
dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari emas. Ketika Rasulullah saw
duduk di kursi tersebut, memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang
berwibawa, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum
Maka berkata Raja Habib,”Wahai Muhammad setiap Nabi memiliki mukjizat,
mukjizat apa yang Engkau miliki?”
Dengan tenang Rasulullah balik bertanya,”Mukjizat apa yang Tuan kehendaki?”
“Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan, kemudian
munculkanlah bulan. Lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua
bagian, dan masukkan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan.
Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi. Lalu suruhlah bulan mengakui
engkau adalah Rasul. Setelah itu kembalikan bulan itu ke tempatnya semula.
Jika engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui
kenabianmu,” Kata Raja Habib.
Mendengar itu Abu Jahal sangat gembira, pasti Rasulullah tidak dapat
melakukannya.
Dengan tegas dan yakin Rasulullah saw menjawab, “Aku penuhi permintaan
Tuan.”
Kemudian Rasulullah saw berjalan ke arah Gunung Abi Qubaisy (Jabal Qubaisy)
dan shalat dua rakaat. Usai shalat, Beliau berdoa dengan menengadahkan
tangan tinggi-tinggi, agar permintaan Raja Habib terpenuhi. Seketika itu
juga tanpa diketahui oleh siapapun juga turunlah 12.000 malaikat.
Maka berkatalah malaikat,”Wahai Rasulullah, Allah menyampaikan salam
kepadamu. Allah berfirman,’Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan
ragu. Sesunguhnya Aku senantiasa bersamamu. Aku telah menetapkan
keputusan-Ku sejak Zaman Azali.’ Tentang permintaan Habib bin Malik,
pergilah engkau kepadanya untuk membuktikan kerasulanmu. Sesungguhnya Allah
yang menjalankan matahari dan bulan serta mengganti siang dengan malam.
Sesungguhnya Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat, tidak punya kaki
dan tangan serta buta. Sampaikanlah kepada Habib bin Malik bahwa Allah akan
mengembalikan kedua tangan, kaki dan mata anaknya, sehingga ia bisa
berjalan, meraba dan melihat.”
Bias cahaya kenabian yang memantul dari wajahnya semakin bersinar. Lalu
bergegaslah Rasulullah turun menjumpai Habib bin Malik, sementara Jibril dan
para malaikat berbaris bershof-shof diangkasa. Hingga Nabi SAW berhenti di
Maqom Ibrahim, waktu itu matahari telah beranjak senja. Matahari hampir
tenggelam, sehingga suasananya remang-remang.. Tak lama kemudian Rasulullah
saw berdoa agar bulan segera terbit. Maka terbitlah bulan dengan sinar yang
benderang.
Lalu dengan dua jari Rasulullah mengisyaratkan agar bulan itu turun
kepadanya. Tiba-tiba suasana jadi amat menegangkan ketika terdengar suara
gemuruh yang dahsyat. Segumpal awan mengiringi turunnya bulan ke tangan
Rasulullah. Segera setelah itu Beliau membelahnya menjadi dua bagian, lalu
Beliau masukkan ke lengan baju kanan dan kiri.
Tidak lama kemudian, Beliau mengeluarkan potongan bulan itu dan
menyatukannya kembali. Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan
Rasulullah saw menggengam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang.
Bersamaan dengan itu bulan mengeluarkan suara,”Asyhadu alla ilaha illallah,
wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.”
Menyaksikan keajaiban itu, pikiran dan perasaan semua yang hadir terguncag.
Sungguh, ini bukan mimpi, melainkan sebuah kejadian yang nyata! Sebuah
mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.
Ia menyadari, itu tak mungkin terjadi pada manusia biasa, meski ia lihai
dalam ilmu sihir sekalipun!
Namun, hati Raja Habib masih beku. Maka ia pun berkata,”Aku masih mempunyai
syarat lagi untuk mengujimu.”
Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah memotong
pembicaraan,”Sesungguhnya engkau mempunyai putri yang cacat tidak punya
tangan, kaki dan buta matanya. Sekarang, Allah telah menyembuhkannya dan
menjadikannya seorang putri yang sempurna.”
Mendengar itu, betapa gembiranya hati Raja Habib. Spontan ia pun berdiri dan
berseru,”Hai penduduk Mekah! Kalian yang telah beriman jangan kembali kafir,
karena tidak ada lagi yang perlu diragukan. Ketahuilah, sesungguhnya aku
bersaksi, tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya; dan aku
bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah Utusan dan hamba-Nya!”
Melihat semua itu Abu Jahal jengkel dan marah, dengan emosi berkata kepada
Raja Habib,”Wahai! Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya
karena menyaksikan kehebatan sihirnya?” Namun Raja Habib tidak
menghiraukannya dan berkemas untuk pulang.
Sampai di pintu gerbang istana, putrinya yang sudah sempurna, menyambutnya.
sambil mengucapkan dua kalimat sahadat. Tentu saja Raja Habib terkejut.
“Wahai putriku, darimana kamu mengetahui ucapan itu? Siapa yang
mengajarimu?”
“Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah
telah memeluk Islam. Dia juga berkata, jika aku menjadi muslimah, anggota
tubuhku akan lengkap. Tentu saja aku mau, kemudian aku mengucapkan dua
kalimat sahadat,” jawab sang putri. Maka seketika itu juga Raja Habib pun
bersujudlah sebagai tanda syukur kepada Allah swt.
Setelah itu raja Habib mengumpulkan emas, perak dan kain lalu dinaikkan atas
lima ekor unta berserta dengan beberapa orang hamba untuk dikirimkan kepada
Rasulullah SAW.
Ketika rombongan yang membawa segala hadiah dari raja Habib itu sampai dekat
kota Makkah, tiba-tiba muncul Abu Jahal bersama pengikutnya lalu berkata:
“Kamu semua milik siapa?”
Berkata rombongan itu:
“Kami semua ini milik raja Habib bin Malik dan kami hendak pergi pada
Rasullulah SAW.”
Abu Jahal mendengar jawaban dari rombongan itu maka dia coba merampas semua
barang-barang yang bawa oleh rombongan itu, oleh karena rombongan itu enggan
menyerahkan barang-barang tersebut maka terjadilah perkelahian antara kedua
belah pihak. Mengatahui adanya keributan diantara kedua belah pihak maka
berkumpullah penduduk kota Makkah dan datang bersama mereka termasuk Paman
Nabi SAW dan Rasulullah SAW.
Mereka berkata, “kami utusan Raja Habib Bin Mail, Kesemua barang yang kami
bawa ini adalah milik raja Habib, dan raja Habib berhajat untuk
rnenghadiahkan kesemua barang ini kepada Rasulullah SAW.”
Abu Jahal berkata:
“Tidak, Sesungguhnya raja Habib menghadiahkan kesemua harang ini kepada
saya.”
Lalu Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai penduduk Makkah, adakah kamu semua percaya kepadaku?”
Berkata penduduk Makkah:
“Ya.”
Bersabda Rasulullah SAW:
“Biarlah unta-unta ini yang memberikan keputusannya, untuk siapakah
sebenarnya harta ini.
Berkata Abu Jahal:
“Kita tentukan perkara ini esok pagi.”
Setelah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW untuk ditunda pada esok
hari maka Abu Jahal pun balik dan terus pergi kepada berhala-berhala yang
disembahnya, dia pun memberi beberapa korban kepada berhala-berhala mereka
dan memohon pertolongan pada berhala mereka sehingga pagi.
Apabila waktu yang dijanji telah tiba maka ramailah penduduk kota Makkah
datang untuk melihat keputusan pengadilan. Rasulullah SAW datang bersama
pamannya dan Abu Jahal bersama pengikutnya. kemudian Abu Jahal menuju
unta-unta itu dan dia pun terus mengelilingi unta itu dengan berkata:
“Berkatalah unta-unta semua atas nama Lata, Uzza dan Manata.” Setelah Abu
Jahal berkata demikian sekian lama sehingga matahari telah tinggi, namum
unta-unta itu tidak berkata apa-apa.
Maka berkata penduduk kota Makkah:
“Wahai Abu Jahal, cukuplah apa yang kamu buat itu, sekarang giliran Muhamad
pula untuk melakukannya.”
Rasulullah SAW pun menghampiri unta-unta tersebut dengan berkata:
“Wahai unta makhluk Allah, demi ciptaan Allah berkatalah kamu dengan
kekuasaan Allah.”
Setelah Rasulullah SAW berkata demikian maka bangunlah salah satu dari lima
ekor unta lalu berkata:
“Wahai ahli kota Makkah, kami semua ini adalah hadiah raja Habib bin Malik
untuk dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.”
Setelah itu, RasulullahSAW pun menarik unta-unta tersebut berserta dengan
barang-barang yang dibawanya ke gunung Qubais, kemudian Rasulullah SAW
mengeluarkan semua emas dan perak yang ada di atas unta lalu dikumpulkan
sehingga menjadi bukit lalu berkata:
“Wahai emas dan perak, hendaklah kamu semua menjadi debu.”
Kemudian kesemua emas dan perak itu menjadi tanah sehingga sekarang.
*Di ambil dari Terjemah Kitab Durrotun Nashihin Bab Mu’jizat Nabi SAW*
Wallahu A’lam.. di ambil dari milis MR





purwatiwidiastuti berkata,
Januari 18, 2011 pada 11:37 am
good info
purwati
http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
http://purwati-ningyogya.blogspot.com
http://purwatining.multiply.com
rudy14240 berkata,
April 3, 2011 pada 4:59 pm
Update lagi dong Bro.